Berhati-hati!!! Modus Baru Penipuan ATM di Medan
Jurnal Goal - Polsek Medan Baru menangkap 3 tersangka pelaku pembobolan ATM di sejumlah tempat di Medan. Anggota sindikat ini ditangkap di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), usai membobol ATM milik M Isa (62), warga Dusun A Bahagia, Kecamatan Muara Dua.
Informasi yang dihimpun wartawan, Kamis (25/8/2016), para pelaku berhasil menguras rekening korban sebesar Rp 80 juta dengan modus sumbangan korban bencana alam, "Kasusnya masih dikembangkan, karena para pelaku juga mengaku 4 kali beraksi di ATM lainnya," ujar Kapolsek Medan Baru, Kompol Ronni Bonic, SH Sik MH melalui Panit Idik I Reskrim, Iptu Arrta Nusa Hendrawan.
Ketiga pelaku pembobol ATM yang diamankan tersebut adalah M Ramli (20), Baharuddin (48), dan Kurniawan Syamsul (41). Petugas menangkap ketiganya seusai laporan korban di Polsek Medan Baru sesuai bukti laporan korban di Polsek Medan Baru sesuai bukti No. LP/1041/VIII?2016/SU/PolrestaMedan/Sek Medan Baru, Senin 22 Agustus 2016.
Dijelaskan saat kejadian, Senin malam (1/8/2016), korban baru saja belanja di jalan Gatot Subroto, Medan Petisah. Para pelaku mendekati korban untuk memberikan dana sumbangan bencana alam. Korban yang bersedia, lalu diajak para tersangka di ATM Centre yang berada di dekat Berastagi Supermarket untuk memastikan kartu ATM korban aktif atau tidak.
Saat akan memasukkan kartu ATM tersebut, para pelaku melihat dan mencatat nomor PIN kartu ATM milik korban. Seorang pelaku dengan cepat menghilang, sementara dua rekannya menemani korban duduk di sebuah kafe. Namun tak lama kemudian, 2 pelaku itu pura-pura ke toilet dan tak kembali lagi.
Setengah jam kemudian, korban terkejut saat menerima SMS Banking yang isinya menyebut uangnya telah ditarik sebesar Rp 80 juta. Esoknya korban melapor ke bank, dan benar uangnya telah berkurang Rp 80 juta, padahal ia sama sekali tak melakukan penarikan. Takin telah jadi korban penipuan, korban lalu membuat pengaduan ke Polsek Medan Baru.
Informasi yang dihimpun wartawan, Kamis (25/8/2016), para pelaku berhasil menguras rekening korban sebesar Rp 80 juta dengan modus sumbangan korban bencana alam, "Kasusnya masih dikembangkan, karena para pelaku juga mengaku 4 kali beraksi di ATM lainnya," ujar Kapolsek Medan Baru, Kompol Ronni Bonic, SH Sik MH melalui Panit Idik I Reskrim, Iptu Arrta Nusa Hendrawan.
Ketiga pelaku pembobol ATM yang diamankan tersebut adalah M Ramli (20), Baharuddin (48), dan Kurniawan Syamsul (41). Petugas menangkap ketiganya seusai laporan korban di Polsek Medan Baru sesuai bukti laporan korban di Polsek Medan Baru sesuai bukti No. LP/1041/VIII?2016/SU/PolrestaMedan/Sek Medan Baru, Senin 22 Agustus 2016.
Dijelaskan saat kejadian, Senin malam (1/8/2016), korban baru saja belanja di jalan Gatot Subroto, Medan Petisah. Para pelaku mendekati korban untuk memberikan dana sumbangan bencana alam. Korban yang bersedia, lalu diajak para tersangka di ATM Centre yang berada di dekat Berastagi Supermarket untuk memastikan kartu ATM korban aktif atau tidak.
Saat akan memasukkan kartu ATM tersebut, para pelaku melihat dan mencatat nomor PIN kartu ATM milik korban. Seorang pelaku dengan cepat menghilang, sementara dua rekannya menemani korban duduk di sebuah kafe. Namun tak lama kemudian, 2 pelaku itu pura-pura ke toilet dan tak kembali lagi.
Setengah jam kemudian, korban terkejut saat menerima SMS Banking yang isinya menyebut uangnya telah ditarik sebesar Rp 80 juta. Esoknya korban melapor ke bank, dan benar uangnya telah berkurang Rp 80 juta, padahal ia sama sekali tak melakukan penarikan. Takin telah jadi korban penipuan, korban lalu membuat pengaduan ke Polsek Medan Baru.



Leave a Comment