Puluhan Ribu Pemuda Karo Siap Turun Lawan FPI Jika Izin RM Babi Panggang Karo (BPK) Dicabut


Jurnal Goal - Terkait demonstrasi ormas FPI menolak keberadaan rumah makan Babi Panggang Karo (BPK) di Deli Serdang, Ketua DPP Pemuda Merga Silima (PMS) Sumut, Paham Sebayang angkat bicara.

Paham Sebayang menuturkan, jika Pemkab Deliserdang jadi mencabut izin RM BPK (Babi Panggang Karo) Tesalonika, pihaknya akan menurunkan puluhan ribu massa untuk menggelar aksi.

“Jangan hanya akibat ulah segelintir Ormas dan antek-anteknya, izin RM BPK Tesalonika dicabut. Apabila RM BPK Tesalonika ditutup secara sepihak, kita dan puluhan ribu anggota siap turun ke Kabupaten Deliserdang untuk menuntaskan masalahnya,” kata Paham.

Bukan hanya masyarakat Karo yang merasa terhina dan dilecehkan oleh salah satu ormas ke agamaan yang beberapa waktu lalu melakukan unjuk rasa menuntut BPK ditutup, tetapi juga masyarakat seluruh Batak yang ada di Sumatera Utara juga turut mengecam keras aksi ormas ini.

Berbagai reaksi keras pun langsung bermunculan di media sosial dan di warung-warung kopi, lapo tuak, tempat dimana biasa masyarakat bersosialisasi. 

Masyarakat Karo mengutuk keras tindakan ormas tersebut. Beberapa pemuda Karo mengaku di media sosial cukup emosi dengan tindakan ormas tersebut, dia menambahkan bahwa di Deli Serdang suku Karo bukanlah suku pendatang  dan BPK adalah makanan khas Karo yang sudah turun-temurun ada.

Pemuda Karo baik yang ada di Deli Serdang, Pancur batu sekitarnya, kota Medan dan pemuda Karo dari Tanah Karo Simalem (Kabupaten Karo) mengaku sangat-sangat siap untuk melibas gerombolan ormas yang merusak tatanan keberagaman yang selama ini sudah terjalin mesra.

Pemuda Karo dan pemuda Batak lainya siap mempertahankan makanan khas Karo, sebagai bagian dari adat dan tradisi. Mereka mengatakan tidak boleh ada yang mengganggu tradisi yang sudah ada sejak dulu kala sebelum ormas FPI itu ada.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.